Subscribe:

Ads 468x60px

Thursday, January 5, 2012

Mobil Esemka, Pelopor Kebangkitan Otomotif Nasional Mandiri

Digunakannya mobil Esemka yang dipelopori Walikota Solo Jokowi memantik semangat berkarya anak bangsa negeri ini. “Apa yang ditunjukan Walikota Solo Jokowi sangat inspiratif, sangat membantu dan membanggakan. Ini menyuntik energi anak bangsa kita untuk terus berkarya,” kata Sekretaris Dirjen Pendidikan Menengah Kemendikbud Mustaghfirin Amin


Mustaghfirin menanggapi kepeloporan Walikota Solo Jokowi yang menggunakan mobil Esemka sebagai mobil dinas. Menurutnya, hasil karya mobil Esemka selain melatih skill anak SMK juga meningkatkan moral dan semangat berkarya. “Bahwa kita bisa maju dan kita punya masa depan,” tandasnya. Sementara,Direktur SMK Ditjen Pendidikan Menengah Kemendikbud Joko Sutrisno menambahkan pihaknya akan mencanangkan mobil yang dirakit oleh siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) menjadi produk nasional.

Menurut dia, izin konstruksi mobil sudah dipegang oleh Kemendikbud. Memang masih diperlukan uji emisi, namun tidak menjadi syarat penting karena pada tahap awal ini mobil SMK itu masih terus didistribusikan ke kabupaten kota yang tidak mementingkan izin uji emisi. Sambil menunggu izin emisi tersebut, kata dia, pihaknya sudah mendistribusikan mobil yang dinamakan Esemka Rajawali itu ke berbagai pemerintah daerah antara lain ke Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten dan Bandung.


Selain itu, ia sedang menjajaki pihak terkait untuk menjadikan mobil SMK ini menjadi kendaraan dinas bagi para pejabat lainnya. “Mobil Esemka ini telah hdipakai sebagai mobil pengangkut pribadi dan produksi sebanyak 240 unit di berbagai perkebunan di tanah air,” tegasnya. Dikatakan , pihaknya memang tidak bekerja dengan industri nasional dalam proses produksinya karena kendala biaya produksi yang masih tinggi. Dengan bekerja sama dengan industri manufaktur di Ceper, Tulungagung, Pasuruan dan Banten, maka harga on the road mobil itu dapat ditekan menjadi Rp105 juta sedangkan ongkos produksinya per mobil hanya Rp95 juta saja.

Kerjasama dengan industry kecil itu memang menjadi target Kemendikbud. Karena siswa masih dilibatkan dalam pembuatan mesin dan konstruksinya. Pada tahun ini, ia menargetkan sebanyak 200 unit mobil baru segera diluncurkan kepada para pemesan. Dengan adanya mobil ini industri kecil akan terangkat serta makin mengasah kemampuan siswa SMK.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...